SELAMAT DATANG DI BLOG http://bogor1975.blogspot.com SEMOGA ADA ARTIKEL BERMAMFAAT YANG DI DAPAT DARI KUNJUNGAN SAUDARA DI BLOG INI TERIMAKASIH
REGISTRASI KLIK DISINI

Rabu, September 18, 2013

Cara Orang Kaya dan Menjadi Kaya dari Properti

Ada persamaan diantara orang-orang yang sudah kaya, yakni
mereka sama-sama memiliki properti 
(tanah, rumah, ruko, vila, apartemen, kantor).
Di dunia ini hampir 100% orang yang kaya selalu memiliki properti. 
Orang kaya memiliki properti untuk investasi atau bisa juga ia kaya dari bisnis properti

Rahasia Keajaiban Sedekah | Metode Keajaiban Kun Fa Ya Kuun, Terbukti Dan TERUJI Atasi Persoalan Hidup | The Miracle of Giving

Properti merupakan salah satu cara yang baik untuk diversifikasi dalam
pengelolaan keuangan maupun cara cepat untuk menjadi kaya. 
Karena itu, ilmu untuk mengelola properti, ilmu untuk berbisnis properti, menurut saya merupakan ilmu 'wajib' yang harus dimiliki seseorang 
apabila ia ingin kaya dan semakin kaya.

Sayangnya, tidak semua orang mau mempelajari ilmu atau seluk beluk properti 
(rumah, tanah, ruko, apartemen, rukan) karena masih banyak yang beranggapan bahwa
properti adalah miliknya orang kaya atau bisnisnya orang kaya. 
Padahal, justru harus sebaliknya.


Karena kita ingin kaya, maka kita harus mempelajari properti.
Apalagi, kini kita bisa memiliki properti dengan modal kecil atau bahkan sama
sekali tanpa modal alias 'modal dengkul'.


Empat Cara Orang Kaya dan Menjadi Kaya dari Properti :

  1. Spekulasi. Percaya atau tidak, hampir sebagian besar orang
    Indonesia yang membeli properti adalah dengan cara  Spekulasi. 

    Mengapa mereka saya sebut sebagai  Spekulan  properti? Pertama, pada
    umumnya saat mereka membeli properti belum tahu harga jualnya. 

    Mereka hanya mengharapkan harga properti akan naik pada masa yang akan datang. 
    Mereka biasanya juga bermodalkan 'Harapan dan Do'a'. 
    Berharap harga properti naik dan berdoa agar harapannya terkabul. 
    Pada golongan mereka ini juga masih dibedakan
    menjadi tiga kelompok yakni:

    a. Kelompok  Spekulan 'Ngawur', karena mereka memiliki prinsip bahwa harga
    properti selalu naik setiap tahunnya. 

    Padahal, tidak selalu demikian. 
    Di Jepang, Singapore bahkan di Indonesia pun harga properti bisa turun. 
    Coba perhatikan harga properti seperti kios atau toko di mall-mall, yang karena sepi mall-nya
    sehingga harganya turun drastis, hingga tidak laku dijual.

    b. Kelompok  Spekulan  yang ikut-ikutan. Kelompok ini membeli properti karena
    ikut-ikutan. Tergiur sama iklan pengembang, atau ajakan teman, sanak saudara,
    pacar atau atasannya.

    Sebagai contoh : 

    ketika orang berbondong-bondong membeli rusunami (rumah susun
    sederhana) hingga antri berjam-jam hanya untuk membeli properti tersebut.
    Padahal mereka ini belum tentu tahu bagaimana prospek rusun ke depan,
    bagaimana harga jualnya dan sebagainya.

    c. Kelompok  Spekulan  Percaya Diri (PD), yakni orang-orang yang membeli properti
    karena rasa percaya dirinya sangat tinggi terhadap properti yang akan dibeli.
    Seperti mereka yang membeli 'gambar' apartemen, kios/toko di mall. Padahal
    membeli properti seperti itu risikonya terlalu tinggi. Apartemen, maupun kios/toko
    di mall tentu memiliki risiko yang tinggi dibandingkan dengan rumah/ruko, karena
    membangun apartemen pengembang harus benar-benar kuat pendanaan dan
    perhitungannya.


  2. Pedagang Properti. Orang juga bisa kaya dengan menjadi pedagang
    properti. Bedanya  Spekulan  dengan pedagang adalah karena pedagang sudah mengerti
    harga jual properti saat membelinya. Sama seperti pedagang buku bekas misalnya,
    maka pedagang buku ini pasti sudah memperkirakan harga jual bukunya.

    Contoh golongan pedagang properti adalah pembebas tanah, private investor,
    developer, atau pedagang yang membeli properti pada first market/saat launching.


  3. Investor. Investor properti mendapatkan untung dari hasil
    sewa dan gain (selisih kenaikan harga).

    Ada beberapa tipe investor yakni:

    a. Investor dengan dana sendiri. Ia tidak punya ilmu tapi punya uang untuk
    membeli properti. Investor tipe ini, biasanya masih bisa rugi.
    b. Investor yang punya ilmu properti tapi tidak punya dana
    c. Investor yang punya ilmu, punya dana dan ditambah dana orang lain
    d. Investor yang punya ilmu dan tanpa modal sendiri sepersen pun 

    (dengan modal 1000% dari orang lain). 
    Ini adalah investor yang sudah canggih.


  4. Broker / Agen Properti, mendapatkan keuntungan dari fee
    penjualan maupun pembeli properti. Siapa pun bisa memulai bisnis ini dengan
    belajar pada properti agen yang sudah ada dan memiliki reputasi baik/bonafid
    dengan cara menjadi marketing associate untuk beberapa bulan atau 1-2 tahun.
    Setelah menguasai ilmunya, maka mereka mendirikan property agen sendiri. Atau
    dengan cara kedua, yakni langsung memulai bisnis properti agen sendiri dengan
    cara mencari rumah yang akan dijual dan anda menawarkan kepada pemiliknya untuk
    membantu menjualnya.
Perhatian : Jika catatan ini berguna untuk Anda dan teman-teman Anda melalui Blog ini silahkan sharing dan undang mereka ke Indobrokerproperti dengan (men-klik link DISINI )