SELAMAT DATANG DI BLOG http://bogor1975.blogspot.com SEMOGA ADA ARTIKEL BERMAMFAAT YANG DI DAPAT DARI KUNJUNGAN SAUDARA DI BLOG INI TERIMAKASIH
REGISTRASI KLIK DISINI

Senin, Desember 20, 2010

CARA AGAR CEPAT KAYA

TIPS AGAR CEPAT KAYA

DIBAWAH INI SEBUAH CERITA NYATA JIKA SAUDARA MENGAMALKAN

MUNGKIN AKAN MEMBAWA SAUDARA KE ARAH HIDUP YANG LEBIH

BERKAH DAN PERLAHAN NAMUN PASTI HIDUP ANDA BISA BER KECUKUPAN

KARNA KEHEBATAN SEDEKAH INI SUDAH BANYAK YANG MEMBUKTIKAN

DAN SUDAH BANYAK ORANG YANG KAYA KARNA SEDEKAH,

TAPI  TIDAK PERNAH SAYA DENGAR ORANG JATUH MISKIN DAN SUSAH KARNA

SEDEKAH, JADIKAN ANDA SEBAGAI BUKTI SEPERTI CERITA DI BAWAH INI.

Allah telah menunjukkan sebuah kehebatan dari sedekah.
Seperti biasa setelah makan siang, saya pergi ke Masjid gedung sebelah untuk menunaikan sholat Dzuhur berjamaah. Setelah sholat berjamaah dan sebelum di akhiri dengan do'a, Imam yang memimpin sholat memberikan sebuah pengumuman dengan wajah dan nada yang kurang meyakinkan. Bahwa, ada seorang Mualaf (bapak - bapak) yang datang pada saat itu, ingin berkenalan dengan para jama'ah dan sekaligus bertujuan untuk
mengharapkan bantuan kepada para jamaah untuk pengobatan mata Bapak tersebut.
Kenapa Bapak Imam seperti itu? Karena dahulu memang pernah ada juga mualaf yang membawa beserta 2 anaknya pada waktu Jum'atan datang dan mengharap bantuan dari jamaah. Bapak mualaf tersebut, ternyata juga pernah meminta bantuan di salah satu masjid di kawasan Bekasi dan memang jamaah tersebut merupakan karyawan dari Masjid di gedung sebelah. Begitu sang mualaf datang menghampiri jamaah tersebut, mualaf tersebut pun di tanya oleh Bapak tersebut yang mengatakan :"Bapak masih inget saya, yang setahun lalu memberikan bantuan kepada Bapak? Dan Bapak datang kesini dengan membawa data mualaf berbeda tahun dengan data Bapak dahulu?". Begitu Bapak jamaah tersebut selesai bertanya, sang mualaf langsung ngacir keluar Masjid. Dan selidik2, ternyata itu merupakan kasus penipuan yang mengatas namakan Mualaf.
Mungkin hal tersebut yang mendasarai Sang Imam bersikap seperti itu. Dan hal ini jugalah yang mempengaruhi pikiran saya menjadi kurang yakin. Akhirnya sayapun melaksanakan sholat ba'da Dzuhur. Di dalam sholat pikiran terus berkecamuk (antara membantu atau tidak, yang memang di kantong tinggal uang tinggal satu2nya yang akan saya pakai untuk perjalanan pulang), yang sesekali melihat Bapak Mualaf berjalan mengelilingi jamaah yang telah melaksanakan sholat yang mengharapkan bantuan, tapi tidak mendapatkan sepeserpun, yang akhirnya Bapak tersebut duduk di sebelah saya. Sebelum sholat saya selesai, sayapun melihat ada sesekali jamaah yang mulai keluar Masjid, menghampiri Bapak tersebut dan memberikan sedekah. Dalam pikiran saya masih saja kacau balau dan akhirnya saya memutuskan dan meniatkan untuk memberikan sedekah meskipun hanya tersisa uang tersebut, dengan menghilangkan kekawatiran mengenai kejadian yang terdahulu, dan meyakinkan bahwa bantuan ini merupakan keikhlasan karena Allah Ta'ala, entah Bapak Mualaf ini benar atau tidak.
Sayapun kembali ke kantor dan memulai kerja seperti biasa. Sampai saat hendak pulang kantor, saya menghampiri ruangan server. Sebelum pulang saya di beritahu temen bersebelahan bangku kalau istri saya habis telephon mencari saya. Sayapun telephone balik. Inti dari percakapan bahwa, istri saya berpesan kalau pulang mampir minta untuk di belikan makanan favoritnya dan sayapun memberitahu saya gak pegang money babar blass. Selesai bicara saya melihat  ada penampakan laptop yang memang telah selesai saya reformasi. Sayapun mengembalikan kepada yang punya, yang memang temen kantor juga. Saya tidak menyangka sang temen memberikan imbalan atas kerja mereformasi laptop. Dan imbalannya sebesar 5x apa yang telah saya sedekahkan. Dan saya baru menyadari di parkiran kalau bensin motor juga hampir habis (dalam pikiran saya Alhamdulillah, ini bensin gak kawatir lagi kalau sampai habis). Akhirnya saya pulang menembus banyak kemacetan Jakarta yang berencana untuk mampir juga ke tempat pesanan Sang Istri sebagai kejutan, dengan pikiran yang masih membayangkan sedekah pada hari itu, yang sampai2 saya hampir kelupaan untuk mengisi bensin. Dan hal yang tidak saya sangka penunjuk digital bahan bakar gak turun2. Padahal sesuai jarak yang biasa saya tempuh dan banyaknya kemacetan di jalan, penunjuk bahan bakar harusnya sudah turun dan blink2. Ternyata Allah telah menunjukkan kebesarannya pada hari itu juga. Subhanalloh.
Inilah sebuah kehebatan sedekah. Dan Alloh pun langsung menunjukkan Kekuasaan dan Kebesaran-Nya pada saat itu juga. Alloh hu akbar.
akhirnya amalan sedekah ini selalu saya amalkan, alhamdulillah sekarang kehidupan saya ,
benar2 berubah.
saya selalu beruntung dan selalu mendapat kan kebaikan.

Kesaksian nyata dari bapa Anwar di jakarta. 

Di bawah ini kesaksian saya sendiri.

Di pertengahan tahun 2000 perusahaan tempat saya bekerja pailit alias bangkrut.
setalah itu selama 2 bulan saya menganggur karna pesangon belum dicairkan.
setelah cair saya salah jalan saya pakai usaha dagang, wal hasil karna saya tidak ada jiwa pedagang saya
malah selalu merugi dan akhirnya bangkrut.
saya menggangur lagi selama 4 bulan bahkan pernah sampai kami sekeluarga tidak makan barang2 habis di
jual untuk menyambung hidup.
akhirnya suatu hari saya benar2 putus asa, setelah saya mencari pekerjaan dengan berjalan kaki dengan hanya uang 1000 rupiah di dompet, setelah sholat djuhur di masjid dalam putus asa saya berdoa,
ya allah berikan saya jalan menjemput rejekimu, hanya doa itu yang saya panjatkan.
dalam perjalanan pulang, karna saya ambil jalan pintas untuk pulang dengan ber jalan kaki.
di satu daerah yang sepi di suatu lapangan saya bersimpangan dengan seorang nenek peminta-minta,
dia lalu memohon kepada saya agar memberikan sedekah seiklasnya karna dia bilang belum makan sedari pagi. saya bingung uang saya hanya seribu dan itu untuk saya beli minuman es jika saya ke hausan di jalan menuju pulang. saya berikan uang yang cuma seribu dan saya bilang di ujung lapangan ada warung cukup buat beli roti.
lalu nenek itu terima uang saya dan mendoakan saya semoga saya mendapatkan rejeqi.
lalu saya berlalu setelah 2 langkah berjalan saya tengok kebelakang nenek itu sudah tidak ada, secara akal sehat saya berpikir, ini mustahil nenek itu hilang begitu saja.
bulu kuduk saya merinding.hingga sepanjang jalan saya terus memikirkan keanehan tersebut,
singkat cerita ketika di tepi jalan raya ada motor berhenti menghampiri saya yang ternyata itu teman lama saya,
dia berhenti karna masih ingat akan wajah saya,
setelah panjang lebar cerita tentang keadaan saya akhirnya dia ajak saya bekerja di perusahaan tempat dia bekerja dan lansung keesokan harinya bekerja bahkan teman saya meminjamkan uang untuk modal onkos saya bekerja selama 1 bulan yang juga cukup untuk keluarga makan satu bulan, subhanallah benar2 allah membalas kebaikan sedekah saya yang hanya 1000 rupiah dengan balasan yang 1000 kali lipat, hingga 
sekarang saya mengamalkan amalan sedekah ini , alhamdulilllah saya tidak pernah kekurangan uang.
bahkan dalam bekerja pun saya selalu di beri kemudahan.
semoga allah terus memberikan nikmat ini untuk saya.
agar saya bisa selalu membantu orang2 yang kurang beruntung.

Semoga anda tertarik untuk mengamalkan sedekah dan membantu orang2 atau saudara2 kita yang kurang beruntung.
dan allah membalas apapun kebaikan anda.